RyZack's Blog

My Life, My Puzzle!

Klon Ubuntu 10.10 menggunakan Live Clonezilla

leave a comment »

Berawal dari keinginan untuk menghemat waktu melakukan instalasi Ubuntu pada seluruh PC yang berada di laboratorium komputer. Sebelumnya saya mencoba melakukan klon harddisk menggunakan Norton Ghost yang di bundle didalam Hiren Boot versi 10 (kalau tidak salah), namun hasilnya gagal (tidak bisa melakukan booting, permasalahannya pada grub yang tidak bisa ikut disalin). Mencoba backup tool lain yang berada didalam CD Hiren Boot tersebut, tetap belum membuahkan hasil.

Setelah browsing kesana kemari dengan muka bingung akhirnya saya menemukan jodoh yang tepat, dia bernama CloneZilla. 😀

You’re probably familiar with the popular proprietary commercial package Norton Ghost®. The problem with these kind of software packages is that it takes a lot of time to massively clone systems to many computers. You’ve probably also heard of Symantec’s solution to this problem, Symantec Ghost Corporate Edition® with multicasting. Well, now there is an OpenSource clone system (OCS) solution called Clonezilla with unicasting and multicasting!

Clonezilla, based on DRBL, Partclone and udpcast, allows you to do bare metal backup and recovery. Two types of Clonezilla are available, Clonezilla live and Clonezilla SE (server edition). Clonezilla live is suitable for single machine backup and restore. While Clonezilla SE is for massive deployment, it can clone many (40 plus!) computers simultaneously. Clonezilla saves and restores only used blocks in the harddisk. This increases the clone efficiency. At the NCHC’s Classroom C, Clonezilla SE was used to clone 41 computers simultaneously. It took only about 10 minutes to clone a 5.6 GBytes system image to all 41 computers via multicasting!

Perhatian!

Jika ingin meneruskan pada tahap selanjutnya, gunakan resiko Anda sendiri, penulis tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.

Persiapan

Hal yang perlu disiapkan:

  1. Clonezilla, dapat diunduh secara gratis disini. Tetapi karena saya akan melakukan klon Ubuntu 10.10, jadi saya menggunakan alternative stable release yang diperuntukan pada Ubuntu versi 10.10, jadi saya menggunakan yang ini (disesuaikan dengan kebutuhan). Lalu burn pada CD atau bisa juga melakukan bootable melalui flashdisk (CloneZilla Live).
  2. Harddisk sumber (source disk) dan harddisk target (target disk).
  3. Optical Drive (DVD/CD drive) atau flashdisk.

Seluruh kebutuhan diatas saya anggap sudah tersedia, langsung tertuju pada tahap pengoperasian.

Melakukan Klon Harddisk (Local Disk to Local Disk)

  1. Lakukan proses boot melalui CD/flashdisk yang telah disiapkan. Pilih bahasa dan keyboard layout.
  2. Pada menu ‘Start CloneZilla’ terdapat dua pilihan, yaitu ‘Start CloneZilla’ dan ‘Enter Shell’ (menggunakan command line), sementara lakukan pilihan pada ‘Start CloneZilla’.
  3. ‘Two modes are available’ memiliki dua pilihan, yaitu ‘device-storage’ (untuk keperluan klon disk atau partisi menggunakan image) dan ‘device-device’ (untuk keperluan klon langsung bisa dari disk ke disk atau partisi ke partisi), karena akan melakukan pilihan klon disk ke disk, pilih ‘device-device’.
  4. ‘Mode to run the wizard’, memiliki dua pilihan lagi, yaitu ‘beginner’ dan ‘expert’, pilih pada pilihan ‘expert’ agar bisa memberikan opsi tambahan. Disana terlihat beberapa opsi telah terseleksi, yang akan dilakukan adalah menambahkan satu opsi verbose (-v) agar bisa melihat report atau informasi pada saat proses klon berlangsung dan jangan lakukan pengurangan atau penambahan opsi jika belum memahami fungsi dari opsi atau parameter tersebut.
  5. Berikutnya akan dihadapkan pada pemilihan disk sumber (source disk) dan disk target (target disk). Sebagai contoh, saya mendapatkan disk sumber-nya pada sda dan disk target-nya sdb. Hati-hati jangan sampai tertukar!
  6. Setelah selesai pemilihan disk sumber dan target akan muncul tulisan (PS) dengan font hijau, tulisan tersebut adalah berupa perintah konfigurasi (command line) yang telah dilakukan tadi. Perintah saya dapatkan tadi adalah: /opt/drbl/sbin/ocs-onthefly -g auto -e1 auto -e2 -j2 -v -f sda -t sdb. (Nah, setelah dapat perintah konfigurasinya jika ingin melakukan proses klon yang sama nanti, pada menu awal bisa pilih ‘Enter Shell’ lalu masukan command line-nya) 😀
  7. Lewatkan urusan command line, tekan tombol enter untuk melanjutkan, dan jika menemukan peringatan atau konfirmasi tekan ‘y’ untuk ‘yes’ dan ‘n’ untuk ‘no’. Namun jika disk target kosong dan ingin menambahkan grub serta mengikuti pembuatan partition table yang sama seperti disk sumber, bisa hanya dengan menekan tombol ‘y’ sampai selesai. Harap dibaca baik-baik!
  8. Tunggu proses klon sampai selesai dan nantinya akan muncul menu penutup, seperti shutdown, reboot dan lain sebagainya. Selesai.

Langkah-langkah pengoperasian diatas telah melalui proses percobaan terlebih dahulu oleh penulis sendiri, dan hasilnya cukup memuaskan. Untuk informasi selengkapnya bisa berkunjung kesitus CloneZilla.

Catatan: Sebenarnya hal yang terpenting untuk melakukan klon disk to disk adalah jangan sampai tertukar antar disk sumber (source disk) dan disk target (target disk).

Advertisements

Written by RyZack

November 11, 2010 at 3:54 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: