RyZack's Blog

My Life, My Puzzle!

Si Kecil yang Mulai Bertanduk

with 30 comments

Wajah seorang anak kecil selalu membuat kita tersenyum karena masih terlihat lucu dan polos. Mungkin dikarenakan masih belum memiliki dosa ya, pikirannya belum tercemar oleh hal-hal negatif sehingga terlihat imut-imut? πŸ˜€

Semakin lama pemikiran si anak akan tumbuh berkembang, dan banyak yang berpendapat bahwa perilaku si anak akan lebih terpengaruh dengan kondisi lingkungan disekitarnya.

Namun ada hal yang membuat saya kaget sekaligus heran, melirik tetangga tepat dibelakang rumah saya yang terdapat seorang anak perempuan aktif, kurang lebih sekarang berumur 6 tahun yang pandai sekali berbicara. Suaranya lantang, sehingga ketika dia sedang menangis, jeritannya sungguh menyambar telinga, sebut saja Si Kecil A. Terkadang teriakannya mengganggu. 😦

Kembali lagi pada keahlian seorang anak tetangga perempuan yang pandai berbicara itu. Sungguh disayangkan, kelihaiannya dalam memuntahkan kata-kata itu mulai menutupi fakta! Apa yang dibicarakan tidak sesuai dengan kenyataan. Keahliannya pun semakin mantap karena dia juga sudah terbiasa memberikan laporan kilat kepada kedua orang tuanya, terlebih Ibunya. Nah lho, kalau si anak melapor berdasarkan kebohongan gimana toh?

Kebetulan tetangga-tetangga lain juga memiliki anak kecil berumur setara, sehingga para anak kecil disana sering bermain bersama. Pertengkaran terkadang terjadi dengan Si Kecil B ataupun Si Kecil C, dan selalu dinilai merupakan hal yang biasa. Besok juga nanti baikan lagi. Β Para orang tua yang melihat kejadian itu langsung melerainya dengan cara baik-baik.

Uniknya ketika terjadi pertengkaran, sering terjadi antara Si Kecil A melawan Si Kecil B, atau Si Kecil A melawan Si Kecil C, jarang sekali terjadi antara Si Kecil B dengan Si Kecil C.

Setelah ditelusuri lebih lanjut ternyata yang memulai pertengkarannya selalu dimulai oleh Si Kecil A yang pandai berbicara itu, tak aneh jika sang pemulai ulah diantarkan kembali ke kandangnya. Untunglah Ibu dari Si Kecil B ramah, emosi pun tak tampak ketika sedang melerai.

Tetapi kekhawatiran itu pun terjadi juga. Sesampainya dirumah Si Kecil A melapor.

Ilustrasi: β€œMama, tadi si kecil B nakal, terus dimarahin sambil disuruh pulang sama Mama-nya si kecil B”.

Alhasil, perang tetangga mulai menjadi-jadi, karena Ibu dari Si Kecil A termakan omongannya begitu saja. Para Ibu bersikukuh membela anaknya masing-masing. 😯

Lambat laun kebenaran pun terungkap juga, banyak saksi melihat kejadiannya secara langsung. Tetapi tak ada kata maaf terdengar baik dari Ibu Si Kecil A maupun Si Kecil A sendiri. Ironis memang. 😐

Kasus baru lagi menimpa adik saya yang sedang serius melukis mengerjakan tugas dari sekolah. Karyanya hampir selesai, lalu Si Kecil A tiba-tiba datang ingin melihat-lihat karya adik saya. Tak disangka telunjuk Si Kecil A kumat, menempel di kanvas yang sedang dilukis, cat-nya belum kering pula. Telunjuknya bergerak sekenanya, karya Si Kecil A pun ikut berpartisipasi dengan karya adik saya. 😯

Spontan, adik saya berteriak kencang menyebabkan Si Kecil A lari terbirit-birit. πŸ˜†

Ilustrasi: β€œEnggak sengaja, padahal sudah minta maaf tadi ke Kakaknya, cuma masih ngambek!”, berikut isi laporan Si Kecil A pada Ibunya.

Sesekali Ibu saya bermain ke rumah Si Kecil A dan membicarakan kejadian tentang hasil karya Si Kecil A yang dibuat diatas kanvas milik adik saya, berbicara langsung kepada Ibunya. Dan kebetulan Si Kecil A berada disamping Ibunya.

Ilustrasi: Ibu saya bertanya, β€œBenar gitu sudah minta maaf sama Si Kakak? Kata Kakak juga belum ngedenger ahh minta maaf-nya juga, malahan langsung lari”.

Si Kecil A cuma nyengir menanggapi perkataan yang ditujukan kepadanya, sambil bersembunyi dibalik badan Ibunya.

Setidaknya persoalan tersebut sudah diklarifikasi, kata maaf pun masih tidak terdengar di akhir cerita. Keren!

Saya hanya menggeleng-gelengkan kepala hingga tak jemu-jemu *seperti dalam lagu burung kakak tua*, sambil berucap didalam hati, yang sabar ya dek! πŸ™‚

β€œAnak sekecil itu berkelahi dengan fakta” β€” Iwan Fals.

Mungkin tanduknya harus dipangkas seperti di film Hell Boy agar kesaktiannya berkurang. Oops! πŸ™„

Perbuatannya masih bisa dan harus dimaklumi, mengingat dia masih kecil dan memaafkan lebih mulia daripada meminta maaf. Semoga Ibunya bisa menilai perilaku kesehariannya dan mencoba mulai memberikan tindakan dalam merespon sikap si anak, serta membimbingnya berperilaku kearah yang lebih baik lagi *juga tidak mudah termakan dengan kebohongan anaknya*.

β€”

Sadarilah bahwa kebohongan yang tenggelam akan muncul kepermukaan suatu saat nanti. Dan kepercayaan dari seseorang itu akan sulit didapatkan kembali, ketika kebohongan sudah terlanjur menodai penilaian orang lain terhadap kita. Semoga kita tidak melakukan hal buruk yang pada akhirnya menuai kerugian seperti itu.

β€”

PS: Kebohongan terjadi bukan hanya karena ada kesempatan, tetapi karena ada niat dan kebiasaan pada pribadi buruk seseorang (dan faktanya tidak berpengaruh pada umur), untuk itulah jangan menanggapinya dengan emosi, telaah dulu persoalannya lebih dalam dan segera lakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait didalamnya.

Waspadalah!Β Waspadalah! β€” Bang Napi. πŸ˜€

Advertisements

Written by RyZack

May 14, 2010 at 7:52 am

Posted in Coretan Keseharian

Tagged with ,

30 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Jikalau pertengkaran anak kecil melibatkan ibunya
    Bisa makin runyam urusannya
    ANak kecil mah gampang baikannnya
    Nah ORTU pan lama
    πŸ˜€

    Masalahnya pemicu pertengkaran orang tua berasal dari pertengkaran anak-anaknya, jadi repot juga ya soalnya kan kebanyakan orang tua selalu membela anak tanpa mengetahui apa yang diperbuat anaknya itu benar atau salah.

    achoey

    May 14, 2010 at 9:00 am

  2. hehe.. sangat setuju dengan komentar bang aCHOEY di atas.. ^^

    Joddie

    May 14, 2010 at 10:46 am

  3. kadang anak kecil berkelahi, hanya krn berebut mainan
    kadang mereka berbohong utk menarik perhatian..
    para ibulah yg hrs jeli melihatnya dan menyikapinya dgn bijak.
    inilah salah satu tantangan utk menjadi seorang ibu
    tapi, kalau msh kecil sudah serig sekali berbohong
    dan banyak merugikan dr sikap bohongnya,
    mungkin perlu dikonsultasikan pd ahlinya
    salam

    Sayangnya orang tua Si Kecil tersebut tidak merasa perlu untuk dikonsultasikan. Terlalu menganggap perilaku anak seperti itu adalah hal biasa, padahal dampaknya bisa jadi luar biasa.

    bundadontworry

    May 14, 2010 at 12:00 pm

  4. Ah, sip nih postingannya. πŸ™‚

    Asop

    May 14, 2010 at 1:02 pm

  5. ah, bagaimanapun, bohong itu akan memudharatkan bagi kehidupan kita ya de’… aq paling ga suka bohong dan dibohongi.. 😦

    “Jika tidak ingin dibohongi janganlah berbohong”, jadi teringat ucapan beliau. πŸ™‚

    sunflo

    May 14, 2010 at 1:46 pm

  6. hendaknya sejak dini anak dididik untuk jujur… meski sering org bilang jujur = ancur baiknya kita harus tetep pegang prinsip2 kejujuran itu … bagaimanapun juga jujur itu akan selamat … terutama saat berhadapan denganNya nanti

    Setuju dengan Rose, biarpun pada kenyataannya terasa pahit, tapi hati kita akan merasa tenang, tidak menghantui pikiran, merasa terlepas dari beban jika kita telah mengatakan hal yang sebenarnya. Daripada kita menunggu waktu datangnya kejujuran itu sendiri, sepertinya rasanya akan lebih menusuk.

    rose

    May 14, 2010 at 1:48 pm

  7. pertama jangan salahkan sepenuhnya kepada si anak, bisa jadi dan pasti itu karena didikan dari org tuanya baik secara langsung dan tidak langsung.

    mmg bner2 harus siap jasmani rohani untuk menjadi seorang orang tua yang baik dan bijak…

    **jadi teringat anak belakang rumah, yang sering dibentak ibunya, kata kata kotor bahkan seluruh hewan di kebun binatang keluar semua dari mulut sang ibu 😦
    apa yang akan terjadi dengan anak tsb sekian tahun lagi…
    entahlah…

    Pada awalnya setiap anak itu bersih. Namun jika sudah tercemar dengan lingkungan dirumah, apalagi kalau orang tuanya memberikan contoh yang kurang baik (entah sengaja ataupun tidak sengaja) kepada anaknya lalu terjadi hal seperti ini, apa perlu kita menasehati orang tua-nya? Rasanya sulit ya kalau bukan orang tua-nya sendiri yang bertindak. Sedih juga melihat kejadian seperti ini. 😦

    ismi

    May 14, 2010 at 2:07 pm

  8. anak kecil paling bisanya mewek kalo berantem, yang parah emaknye, jambak-jambakan men,,, huft 😦
    salam sahabat, http://aditric.wordpress.com

    Waw! Bahaya lah kalau sampai jambak-jambakan 😯

    aditric

    May 14, 2010 at 5:09 pm

  9. iya kaak.. emang mesti waspada dan peka terhadap hal yg kek gini…. ,>_<

    Waspada terhadap anak kecil, hehe πŸ˜€

    cempaka

    May 14, 2010 at 7:55 pm

  10. waspada..waspadalaaah hehe…
    inget kriminal preman bang napi …
    si kecil bertanduk… hehe.. pastinya tanduknya mungil banget yaa..
    jadi pengen ngelus2 tanduknya gw.. heheeeee

    “Tanduk” hanya kiasan aja elmoudy, kalau beneran bertanduk mengerikan pastinya πŸ˜›

    elmoudy

    May 14, 2010 at 11:42 pm

  11. haha, jangan didiemin yg kaya gitu biar nggak jadi kebiasaan. mungkin kurang perhatian di rumah jadi bandel gitu

    Iya mungkin seperti itu, tapi saya jadi mulai waspada terhadap seorang anak kecil 😯

    TamaGO

    May 17, 2010 at 11:00 am

  12. uho .. uho ,.. aku ngampung lewat yah .. ga tau musrti komrn apaan πŸ˜€ πŸ˜€

    Iyap! πŸ˜€

    deq

    May 19, 2010 at 2:17 pm

  13. Dunia anak memang Dunia FREEDOM…
    salam Kenal πŸ™‚

    ralarash

    May 20, 2010 at 10:03 am

  14. yaampun… itu anak mulutnya mesti dikasih cabe tuh ngeboong mulu.. *emosi*
    mestinya juga ibu si A jangan terlalu percaya sama anaknya sendiri..
    mungkin si A suka boong karena ngikutin orang-orang di rumahnya juga…

    turut berduka cita atas hancurnya karya adikmu ya..

    presyl

    May 20, 2010 at 2:37 pm

  15. Saya bahkan punya ponakan yang nakal dan pandai bermain kata serta berpura2, padahal masih TK tetapi tingkah laku dan cara memutarbalikkan faktanya seperti orang dewasa.
    Anak kecil zaman sekarang sudah pada canggih kali ya?? Atau mungkin didikan ortunya?

    Salam kenal

    fansmaniac

    May 21, 2010 at 1:41 pm

  16. ya ampriur. ..
    ribet banged thu anak ya. .. .

    mending dikurung aja .haha

    ada akbar?

    May 23, 2010 at 10:24 am

  17. Anak-anak semakin besar memang sudah mulai pintar mengambil keputusan sendiri. Egoisnya juga mulai kelihatan terutama kalau di rumah memang sangat dimanja.

    zee

    May 25, 2010 at 1:05 pm

  18. nah di sini dituntut sikap bijak ortunya. ortu kan bukan anak-anak, masa yang bukan anak-anak mau berkelahi hanya soal sepele….

    JEJAK ANNAS

    May 27, 2010 at 11:01 am

  19. haii..haiii..
    ada pelangii disini.. hohohoho,, apa kabar kawan??
    mampir dunk ke blog pelangii..
    mari kita berbagi pengalaman…

    http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/06/01/ibu-pertiwi-janganlah-kau-menangis-kembali-2/

    kasih komentar ya untuk tulisan pelangiii..
    terima kasih banyaakk \^^/

    pelangiituaku

    June 8, 2010 at 10:28 am

  20. jadi orang tua harus bijaksana mendidik anak dan mengawasinya, seharusnya jangan langsung percaya sama anaknya gitu…

    radesya

    June 8, 2010 at 8:35 pm

  21. sepertinya anak kecil A itu perlu dinasehati, sekarang dia masih kecil jangan sampai setelah dewasa pun ia terbiasa untuk bertindak egois

    orange float

    June 10, 2010 at 3:03 pm

  22. wah2, tapi an. A lumayan bandel jgaY, tapi lebih baik dinasehatin dulu, kalau dimarahin takutY ntar berpengaruh pada psikologi anak

    satu kata

    June 24, 2010 at 8:00 pm

  23. kalo masih kecil wajarlah bro
    namanya juga anak-anak

    hehehe

    hellgalicious

    June 25, 2010 at 11:05 am

  24. kejadian yg sering banget terjadi, malah ada oranmg tua yg bisa ling membunuh. dibutuhkan sikap bijak para orang tua sih, namanya juga anak-anak.

    Tary Sonora

    July 9, 2010 at 7:19 pm

  25. hahah.. anak kecil emang kadang jago mengadu domba orang tuanya, sampe2 perang gitu yaa hihihi

    ridu

    July 10, 2010 at 10:22 am

  26. saya juga punya pengalaman kayak gini. sama ponakan lagi! … si karla (gendut kayak karla) ngadu domba ibu saya dengan ibunya! waktu ibunya operasi (bapaknya enggak ada, udah cerai) si karla dititipin selama 2 minggu. semua keinginan dia diturutin, sampai makanan pun nurut sama dia! … eh …coba apa yang dia bilang waktu ibunya pulang? “enggak di kasih makan mah …” ANJRIT! gua marah banget sama dia, mana kalau makan suka enggak inget orang, kok berani-beraninya bilang kalau enggak dikasih makan? malahan kalau malam gua suka nyeplok telor karena lawuknya abis!, (gila nich anak, chicken wing satu kilo diabisin sendiri!) .. yang bikin sakit hati itu ibunya percaya! enggak mungkin lah badan kayak bagong gitu enggak dihasih makan *teppok jidat* … ibu saya sampai sakit gara-gara kejadian ini. emang ini anak ada masalah, tapi udah di kasih tahu ibunya tetep ajah keukeuh menyangkal … kalau gede biarin ajah enggak ada temen … 😦

    Yang sabar aja, hehe.. namanya juga anak kecil, mudah tercemar dengan perilaku-perilaku yg baik maupun tidak baik. Kita hanya bisa membimbingnya perlahan agar perilaku buruknya berubah. Selebihnya peran orang tua si anak yang lebih berpengaruh πŸ™‚

    gadgetboi

    July 13, 2010 at 9:01 am

  27. ttapi nak2 to menyenangkan lhooo……..sll bikin kangen heheheheheheheh…..

    http://www.menone.wordpress.com/

    salam kenal semuanya

    menone

    July 25, 2010 at 12:14 pm

  28. ja, dapet inspirasi dari mana?
    keren amat artikelnya

    Keren macam mana? Cuma sekedar tulis-tulis hal yang mungkin gak penting banget, hehe..
    Kalo ditanya inspirasi tulisan ini, ya dari kisah nyata tentunya πŸ˜›

    Angga RIzki Ramadhan

    July 29, 2010 at 10:06 pm

  29. semoga kelak aku bisa jadi ibu yang baik dan jadi teladan yg baik juga buat anak2ku πŸ˜‰

    salam kenal ^_^

    kinan

    August 3, 2010 at 10:16 am

  30. ayoooo…akur sekarang..jangan berantem πŸ™‚

    dedi

    August 4, 2010 at 10:46 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: