RyZack's Blog

My Life, My Puzzle!

Serbuk Abate yang Ditawarkan Secara Paksa

with 8 comments

Beberapa hari yang lalu ada seorang pria mengenakan jas, sambil membawa barang yang kelihatannya ringan dan digenggam erat oleh kedua tangannya. Ia pun mulai memasuki halaman rumah saya, dari kejauhan saya langsung menyorot pandangan kewajahnya sambil bertanya-tanya didalam hati, “sebenarnya ada keperluan apa orang itu datang? penampilannya cukup rapi”. Setelah saling bertatap wajah sesaat dari kejauhan, ia pun langsung berlari keluar, sehingga benar-benar membuat saya tambah bingung dan bertanya-tanya.

Tak lama kemudian wajah seorang pria itu terlihat kembali di depan pintu gerbang, tetapi ia tidak sendiri seperti sebelumnya, ia datang bersama dua orang wanita yang mengenakan jas yang seragam dan keduanya mengenakan kerudung.

“Assalamu’alaikum”, salah seorang wanita mengucapkan salam. Saya pun segera menjawab ucapan salam. “Maaf, ada keperluan apa ya mba?”, saya bertanya karena dipaksa oleh rasa penasaran sambil menyisipkan rasa curiga karena gerak-gerik seorang pria tadi.

Sepertinya barang yang dipegang oleh pria tersebut dipindah tangankan ke wanita yang mengucapkan salam tadi. Dan akhirnya barang tersebut diperlihatkan, ternyata isinya berupa serbuk-sebuk abate. Setelah tahu mereka ingin menawarkan barang bawaannya, saya langsung membantah segala perkataannya untuk segera menutup pembicaraan dengan sehalus mungkin. Belum lagi diawal percakapan mereka langsung membicarakan harga pembukaan barang yang ia tawarkan sejumlah Rp. 20.000, cukup mahal.

Mereka pun memberikan penjelasan lebih lanjut bahwa untuk membeli serbuk abate ini adalah kewajiban bagi setiap warga disini agar tidak terkena penyakit chikungunya, cetusnya. “Kami sudah mendapatkan izin dari kelurahan, dan kami membutuhkan data warga-warga disini untuk dilaporkan”, dengan nada cukup tinggi.

Menyebalkan sekali jika sedang berada dalam kondisi seperti ini, sudah beberapa kali memberikan penolakan secara baik-baik, tetapi mereka masih saja memaksa. Dengan lantangnya mereka mengatakan bahwa ini adalah kewajiban bagi setiap warga, dan ini sudah mendapatkan izin dari kelurahan dan satu persatu mereka mengungkapkan alasan-alasan lainnya. 😦

Didalam hati saya mengatakan, “Apakah harus mengusirnya? saya sudah tidak tahan lagi dengan pemaksaan yang dilakukannya”. Saya diamkan saja mereka untuk berbicara panjang lebar sampai mereka puas, seakan-akan saya mendengarkan dan terkontaminasi oleh bujuk rayu tipu muslihat dari mulut perkataan mereka dengan menganggukan kepala.

Sedikit terkejut dengan sikap wanita berkerudung ini setelah saya melontarkan kata-kata penolakan terakhir, wanita yang mengajak saya bicara langsung memalingkan muka tepat dihadapan saya tanpa mengucapkan salam. Kedua temannya mengikuti pergerakkan wanita tersebut untuk meninggalkan halaman rumah. Mereka pergi sambil berteriak dengan keras, “kewajiban.. oi.. kewajiban!”.

Entah kenapa saya menjadi semakin curiga dengan aktivitas mereka dalam menawarkan serbuk-serbuk abate tersebut. Tetapi saya juga berpikir, mungkin orang-orang yang dikunjungi oleh mereka akan berperilaku sama seperti saya jika cara mereka dalam menawarkan barang dengan cara seperti itu.

Sedikit pesan yang ingin disampaikan kepada mereka, “menawarkan atau memaksa membeli barang? jika memang produk yang ditawarkan tidak terlalu dibutuhkan, lalu untuk apa konsumen membelinya?”.

Advertisements

Written by RyZack

February 5, 2009 at 8:11 am

Posted in Coretan Keseharian

Tagged with ,

8 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Ambil pertamax dulu, baru dibaca 😛

    Anggie

    February 5, 2009 at 9:41 am

  2. Anggie[Says] Your faces like a rich person, so that’s why this sales always try to make you buy their product. 😛

    Anggie[Thinks] You must use “Zeech” to accompanying you about this case 😛

    Anggie

    February 7, 2009 at 11:54 pm

  3. bilang aja kalo saya sudah beli yang lebih murah dan berkualitas dari produk yang kalian paksa untuk saya beli

    ridu

    February 25, 2009 at 3:51 am

  4. #Ridu
    Berbagai alasan sudah dikerahkan sampai-sampai dia memberikan perkataan pedas *lebih parah dari sales menurut saya* 😦

    RyZack

    February 25, 2009 at 11:33 pm

  5. Kok sama ya,gw di jatim jg gitu,apa ada trainingnya kali ya?
    Abate primkoveri kan,mrk biasa ngaku dr veteran ato pemda,wah gak bs dibiarin nih,pdh mestinya kan gratis?

    Japemethe

    June 8, 2009 at 12:56 am

    • iyaaa , di sini juga sama hampir 3 bln sekali. kok aneh yaa…

      efrata

      August 1, 2016 at 1:41 pm

  6. wakakkakak QK juga pernah tuch kek gitu….
    sering malah… tapi syukurlah…
    pertama ketipu…
    kedua kalinya jangan harap….
    hahahah…. akhirnya lolos dah 😉 😛

    HIDUP!!! ^_^

    kikakirana

    March 25, 2010 at 7:57 am

  7. setuju tuh sering banget banyak yg begituan di daerah kos2an.. harusnya ditangkepin tuh biar ga meresahkan

    phen

    August 1, 2010 at 8:25 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: